Wali Kota Baubau Tekankan Literasi Keuangan sebagai Perisai Lawan Investasi Bodong

Baubau32 Dilihat
Wali Kota Baubau Tekankan Literasi Keuangan sebagai Perisai Lawan Investasi Bodong
Wali Kota Baubau Tekankan Literasi Keuangan sebagai Perisai Lawan Investasi Bodong

BAUBAU, KOKALAsatu.com – Pemerintah Kota Baubau secara resmi mendeklarasikan perang terhadap praktik investasi ilegal yang kian marak mengincar masyarakat.

Dalam pertemuan strategis yang digelar di Aula Kantor Wali Kota pada Selasa (24/2/2026), Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, menegaskan, literasi keuangan adalah benteng utama dalam melindungi aset warga dari jeratan janji palsu.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni birokrasi, melainkan langkah konkret untuk memutus rantai kerugian finansial yang sering kali menimpa masyarakat akibat kurangnya pemahaman terhadap risiko investasi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Yusran Fahim menyoroti fenomena teknologi digital yang ia ibaratkan sebagai pisau bermata dua.

Meski mempermudah akses finansial, ruang digital juga menjadi celah bagi oknum penipu untuk menawarkan investasi “bodong” dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.

“Literasi keuangan bukan hanya soal mahir menghitung angka, tetapi kemampuan mengenali risiko. Ini tentang melindungi keringat dan air mata warga agar tidak raib ditelan janji kosong,” tegas Yusran.

Guna membendung pergerakan investasi ilegal, Wali Kota menitipkan empat poin utama bagi jajaran aparatur dan Masyarakat yakni, wajib memastikan legalitas lembaga keuangan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum bertransaksi.

Menjaga identitas diri sebagai benteng terakhir keamanan finansial.

Menjadi ujung tombak edukasi hingga ke tingkat lingkungan terkecil.

ASN harus menjadi contoh dalam pengelolaan keuangan yang sehat dan rasional.

Senada dengan hal tersebut, Ketua OJK Sulawesi Tenggara (Sultra), Bismi Maulana Nugraha, memaparkan data yang cukup ironis.

Secara nasional, tingkat inklusi keuangan telah mencapai 80%, namun tingkat literasinya baru menyentuh angka 66%.

“Artinya, banyak masyarakat sudah menggunakan layanan keuangan tetapi belum memahami risiko yang mengintai. Pertemuan hari ini adalah upaya membangun benteng pertahanan mental masyarakat,” ungkap Bismi.

Puncak acara ditandai dengan prosesi penandatanganan kesepakatan antara Pemerintah Kota Baubau dan OJK Sultra. Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Yusran Fahim, didampingi Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu, dan Sekda La Ode Darus Salam.

Goresan pena tersebut menjadi simbol perlawanan resmi Kota Baubau terhadap para pemangsa dana masyarakat di tengah derasnya arus digitalisasi.

Melalui langkah ini, diharapkan warga Baubau tidak lagi terjebak dalam fatamorgana kekayaan instan yang merusak martabat dan masa depan keluarga.

PENERBIT: FAJRIN