
KENDARI, KOLAKAsatu.com – Masyarakat Desa Huko-huko Pomalaa, Kolaka menyampaikan keluhan mendalam terkait dampak aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT Vale Indonesia Kolaka.
Dalam sebuah video yang beredar, terlihat saluran warga kini berwarna merah yang diduga berasal dari area konsesi perusahaan tersebut.
Seorang warga yang melaporkan kejadian tersebut menyatakan bahwa kondisi saluran air sungai masuk ke wilayah pertanian Desa Huko-huko Pomalaa Kolaka semakin hari kian mengkhawatirkan.
Lahan sawah yang seharusnya menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat kini tidak dapat dikelola akibat material lumpur yang mengendap.
“Lumpur semakin mengerikan masuk di wilayah pertanian di Desa Huko-huko melalui saluran air sungai. Ini yang terjadi,” ujar pemilik akun facebook Hendry Majid (https://www.facebook.com/share/1CcvFpswUo/)
Masyarakat menilai bahwa kehadiran aktivitas tambang PT Vale di wilayah mereka tidak memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga setempat.
Sebaliknya, operasional perusahaan dianggap kian menyulitkan kehidupan ekonomi masyarakat agraris di desa tersebut.
Terkait situasi ini, warga mendesak pemerintah untuk segera turun tangan dan menyikapi permasalahan ini secara serius.
Mereka berharap tidak ada pembiaran terhadap kerusakan lingkungan yang terus berlangsung.
“Mohon sekiranya pemerintah untuk menyikapi terkait kegiatannya PT Vale Kolaka. Jangan ada pembiaran, kasihan masyarakat Desa Huko-huko,” tegasnya.
Melihat kondisi saluran pertanian warga desa Huko-huko Pomalaa Kolaka DPRD Sultra prihatin.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah nyata dari pihak berwenang dan pertanggungjawaban dari pihak perusahaan terkait pemulihan lahan pertanian mereka yang terdampak.
Di konfirmasi ke PT Vale melalui humas, Suwarni dalam pesan whatsapp pada Selasa 31 Maret 2026 belum memberikan jawaban.
REDAKSI
