Pesawat Hilang Kontak di Maros, Basarnas Kendari Terbangkan 15 Personel Elite dan Peralatan Khusus

Home70 Dilihat
Pesawat Hilang Kontak di Maros, Basarnas Kendari Terbangkan 15 Personel Elite dan Peralatan Khusus
Pesawat Hilang Kontak di Maros, Basarnas Kendari Terbangkan 15 Personel Elite dan Peralatan Khusus

KENDARI, KOLAKAsatu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari bergerak cepat merespons insiden kecelakaan pesawat yang dilaporkan hilang kontak (lost contact) di wilayah pegunungan Maros-Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan.

Guna mempercepat proses evakuasi dan pencarian, Basarnas Kendari secara resmi menerjunkan tim rescue melalui jalur udara pada Kamis (22/01/2026) pagi.

Pengiriman personel ini dilakukan untuk memperkuat Operasi SAR yang sedang berjalan di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Makassar.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., menjelaskan bahwa pergerakan tim ini merupakan tindak lanjut dari instruksi mendesak yang diterima pihaknya.

“Kami menindaklanjuti Berita SAR (Bra SAR) dari Direktur Operasi Basarnas Pusat yang masuk ke Comm Centre KPP Kendari pada Rabu (21/01/2026) pukul 19.00 Wita. Isinya adalah perintah perbantuan Operasi SAR terkait kecelakaan pesawat di wilayah kerja KPP Makassar,” ujar Amiruddin dalam keterangan persnya, Kamis.

Misi Perkuatan Jalur Udara
Berdasarkan perintah tersebut, tim bantuan diberangkatkan tepat pukul 08.15 Wita via udara.

Amiruddin menegaskan bahwa misi utama tim adalah memberikan dukungan perkuatan, baik dari segi sumber daya manusia (SDM) maupun Alat Utama (Alut) SAR.

Untuk operasi yang dinilai berisiko tinggi ini, Basarnas Kendari tidak main-main dalam mengirimkan kekuatan. Sebanyak 15 personel pilihan dikerahkan dalam misi ini.

“Tim terdiri dari 14 orang rescuer yang memiliki kualifikasi teknis di berbagai medan sulit, serta didukung oleh 1 orang perawat untuk penanganan medis darurat di lokasi kejadian,” rincinya.

Bekal Peralatan di Medan Ekstrem
Mengingat lokasi jatuhnya pesawat diperkirakan berada di gugusan pegunungan Maros-Pangkep yang memiliki kontur terjal dan hutan lebat, tim Basarnas Kendari dibekali dengan sejumlah peralatan khusus (specialized equipment).

Peralatan yang dibawa dirancang untuk mengatasi kendala geografis dan teknis di lapangan, antara lain, Peralatan Komunikasi Canggih: Untuk memastikan koordinasi tetap berjalan di area blank spot atau minim sinyal.

Peralatan SAR Gunung Hutan (Jungle Rescue): Untuk navigasi dan pergerakan di hutan lebat. Peralatan Evakuasi Ketinggian (High Angle Rescue): Untuk mengevakuasi korban dari tebing atau area curam serta peralatan medis untuk pertolongan pertama pada korban selamat.

Kehadiran tim perkuatan dari Kendari beserta peralatan lengkap ini diharapkan dapat mengakselerasi proses pencarian dan evakuasi korban, mengingat medan pegunungan Maros-Pangkep dikenal cukup ekstrem dan membutuhkan penanganan teknis yang presisi.

FAJRIN