Tradisi Baru di Partai Golkar, Menakar Pengaruh Ismail Nushar Pimpin Partai Golkar

Home, Kolaka, Kolaka Raya138 Dilihat
Tradisi Baru di Partai Golkar, Menakar Pengaruh Ismail Nushar Pimpin Partai Golkar
Tradisi Baru di Partai Golkar, Menakar Pengaruh Ismail Nushar Pimpin Partai Golkar

Oleh: Ermanto, S.H., M.H.

Peta politik di Kabupaten Kolaka sedang mengalami pergeseran menarik. Pernyataan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Tenggara, La Ode Darwin, yang memberikan mandat penuh kepada H. Ismail Nushar untuk menentukan figur calon bupati pada Pilkada mendatang, bukan sekadar basa-basi politik. Ini adalah sinyal lahirnya tradisi baru, desentralisasi kewenangan yang berbasis kepercayaan.

Langkah strategis ini menempatkan Ismail Nushar, Ketua DPD II Golkar Kolaka, sebagai poros utama penentu masa depan partai berlambang beringin di Bumi Mekongga. Namun, pertanyaan besarnya, mampukah ia mengembalikan kejayaan “warna kuning” di tengah dinamika pemilih yang kian kritis?

Dilihat dari kacamata teori kepemimpinan, Haji Mail sapaannya memiliki modalitas yang mumpuni. Pengalaman lintas partai di masa lalu justru menjadi nilai tambah, memberinya perspektif luas dalam memetakan lawan dan kawan. Ia bukan politisi kemarin sore, ia memiliki akar konstituen yang nyata.

Namun, variabel yang paling menarik dalam strategi Ismail adalah keberadaan istrinya, Hj. Fairin Sirang. Sebagai anggota DPRD Kolaka dua periode.

Fairin bukan sekadar pendamping, melainkan aset politik strategis. Ia adalah sosok “Srikandi Golkar” yang mampu menyentuh ceruk pemilih perempuan, segmen yang sering kali menjadi penentu kemenangan dalam kontestasi politik lokal.

Melalui jalur formal reses maupun kedekatan emosional dalam kegiatan sosial, kolaborasi pasangan ini bisa menjadi double engine bagi mesin partai.

Untuk menjawab ekspektasi besar dari La Ode Darwin dan masyarakat, Haji Mail perlu merumuskan langkah taktis di awal kepemimpinannya.

Golkar harus inklusif. Membangun jembatan komunikasi dengan pemerintah kabupaten dan seluruh elemen masyarakat adalah harga mati untuk memperbaiki citra partai.

Partai tidak boleh hanya hidup saat menjelang Pemilu. Penguatan struktur hingga ke akar rumput (tingkat desa/kelurahan) serta peningkatan kapasitas kader adalah investasi jangka panjang.

Mengembalikan kepercayaan publik memerlukan keterbukaan. Masyarakat harus merasa memiliki akses terhadap informasi dan proses politik di dalam tubuh Golkar.

Fokus utama adalah menarik kembali para simpatisan yang sempat berpindah kelain hati. Ini membutuhkan narasi politik yang segar dan solutif bagi persoalan rakyat.

Mandat penuh yang diberikan kepada Haji Mail adalah pisau bermata dua, peluang emas untuk membuktikan kapasitas, atau beban sejarah jika gagal dikelola. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada sejauh mana ia mampu mengombinasikan kekuatan jaringan pribadinya dengan pesona politik Fairin Sirang untuk merangkul kaum perempuan.

Apakah Golkar Kolaka akan kembali mendominasi di pilkada mendatang? Haji Mail kini memegang kemudinya. Publik Kolaka hanya perlu menunggu, sejauh mana sang nakhoda mampu membawa kapal beringin berlabuh di dermaga kemenangan.

PENERBIT: FAJRIN