Siska Karina Imran Sapa Musda Golkar Kendari

Kendari38 Dilihat
Siska Karina Imran Sapa Musda Golkar Kendari
Siska Karina Imran Sapa Musda Golkar Kendari

KENDARI, KOLAKAsatu.com – Di salah satu sudut hotel di jantung Kota Kendari, Sabtu (16/1/2026), warna kuning mendominasi pandangan.

Namun, di tengah lautan simbol pohon beringin itu, hadir sebuah narasi tentang kesejukan politik yang dibawa oleh orang nomor satu di kota ini, Dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM.

Siang itu, Siska tidak sekadar hadir sebagai tamu kehormatan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kota Kendari dan Musda III Kabupaten Konawe Kepulauan.

Ia hadir sebagai simbol perekat, seorang “ibu” bagi seluruh entitas politik di wilayahnya.

Di hadapan para kader partai berlambang pohon beringin, Wali Kota Kendari itu berbicara bukan hanya tentang prosedur organisasi, melainkan tentang jiwa dari sebuah pergerakan.

Baginya, Musda adalah sebuah halte perhentian sejenak untuk menarik napas panjang, sebuah momentum kontemplatif untuk mengevaluasi jejak langkah, merapatkan barisan, dan melukis peta jalan masa depan.

“Musda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas, kaderisasi, serta peran Partai Golkar Kota Kendari dalam pembangunan daerah,” ucap Siska dengan nada yang menegaskan harapan.

Sebagai kepala daerah yang juga memegang mandat sebagai pembina partai politik, Siska meletakkan apresiasi tinggi di pundak Partai Golkar.

Ia mengakui, partai ini bukan sekadar penonton di pinggir lapangan. Dengan kadernya yang kini memegang palu pimpinan di DPRD Kota Kendari, Golkar adalah mitra strategis yang telah membuktikan diri lewat kepercayaan rakyat.

Namun, pesan paling puitis dari sang Wali Kota justru terletak pada pandangannya tentang perbedaan.

Siska, yang lahir dari rahim politik Partai NasDem, berdiri di podium Golkar untuk menegaskan bahwa sekat-sekat warna hanyalah sampul luar dari buku demokrasi. Isinya tetap satu, pengabdian.

“Perbedaan warna partai bukan penghalang untuk bersama-sama memajukan daerah. Tujuan kita sama, yaitu menyejahterakan rakyat dan membangun Kota Kendari yang lebih baik,” tuturnya, seolah ingin menghapus garis demarkasi antara biru, kuning, atau merah dalam peta pembangunan kota.

Ia mengingatkan bahwa dinamika perbedaan pilihan adalah orkestra demokrasi.

Jika dimainkan dengan benar, ia tidak menghasilkan kebisingan, melainkan harmoni ide dan gagasan yang memperkaya arah pembangunan.

Menutup sambutannya, Siska membuka pintu Balai Kota lebar-lebar.

Ia menjanjikan ruang kolaborasi tanpa batas bagi Partai Golkar maupun elemen lainnya.

Visinya jelas, mewujudkan Kendari yang tak hanya maju dan berdaya saing, tetapi juga adil dan memanusiakan warganya.

Siang itu di Kendari, di tengah riuh rendah Musda, sebuah pesan tersampaikan dengan jernih, bahwa di atas kepentingan golongan, ada kepentingan rakyat yang menjadi muara dari segala warna politik.

PUBLISHER: FAJRIN