
KOLAKAsatu.com, KONAWE SELATAN – Harapan masyarakat Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) untuk menikmati jalan mulus kembali kandas. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan tidak ada alokasi anggaran pembangunan jalan maupun jembatan untuk wilayah tersebut pada tahun anggaran 2026.
Keputusan ini memicu gelombang kekecewaan warga setempat yang merasa dianaktirikan dibandingkan wilayah lain di Konawe Selatan.
Dinas PU Sultra mengonfirmasi bahwa ruas jalan Lalembuu tidak masuk dalam daftar pengerjaan tahun ini. Sementara ruas jalan lain seperti Laeya–Andoolo dan Andoolo –Angata justru mendapat kucuran dana pengaspalan hingga miliaran rupiah.
Jalur utama dari Desa Telutu Jaya (Tinanggea) menuju Lalembuu merupakan jalan provinsi, sehingga tanggung jawab perbaikan sepenuhnya berada di tangan Pemprov Sultra.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanyamengatakan, janji pengaspalan jalan hanya menjadi komoditas politik setiap menjelang pemilu maupun pilkada.
“Mulai dari pileg, pilgub, sampai pilbup, jalan selalu dijanjikan akan diaspal. Tapi faktanya, dari masa Gubernur Nur Alam, Ali Mazi, hingga sekarang ASR-Hugua, belum ada realisasi,” ungkapnya, Senin (20/4/2026).
Padahal, Lalembuu merupakan salah satu sentra produksi pangan di Konawe Selatan. Buruknya akses jalan dinilai menghambat distribusi hasil pertanian dan mobilitas ekonomi warga yang rutin membayar pajak.
Camat Lalembuu, Irwan, membenarkan bahwa wilayahnya kembali absen dari agenda pembangunan infrastruktur tahun ini. Ia menegaskan pihaknya hanya bisa menunggu keputusan dari tingkat provinsi.
“Iya, tahun ini belum ada agenda pengaspalan. Pada dasarnya kami masih menunggu dari Pemerintah Provinsi,” ujar Irwan singkat saat dikonfirmasi.
Hingga saat ini, kondisi jalan menuju Lalembuu masih memprihatinkan. Masyarakat mendesak agar Pemprov Sultra memberikan perhatian serius pada tahun mendatang demi mendukung konektivitas wilayah sebagai daerah penghasil pangan.
Publisher: Yusrif
