Pemkot Kendari Targetkan Investasi Aspal dan Nikel pada Event UCLG ASPAC 2026

BERANDA, Kendari35 Dilihat
Wakil Wali Kota Kendari audiensi dengan Kadis Pariwisata dan Kadis Perhubungan Sultra guna matangkan persiapan event internasional UCLG ASPAC 2026, Rabu (1/4). dok: istimewa

Kendari, KOLAKAsatu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mempercepat persiapan penyelenggaraan United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) 2026 yang akan dipadukan dengan perayaan HUT Kota Kendari.

Agenda internasional yang dijadwalkan berlangsung pada 6–9 Mei 2026 ini ditargetkan menjadi ajang promosi investasi aspal dan nikel kepada delegasi mancanegara.

​Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menegaskan bahwa sinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi kunci kesuksesan acara tersebut.

Hal ini disampaikannya dalam audiensi bersama Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan Provinsi Sultra di Ruang Rapat Wali Kota, Rabu (1/4/2026).

Pada audiensi tersebut Sudirman memaparkan rangkaian jadwal padat empat hari pelaksanaan event tersebut, diantaranya:

  • ​6 Mei: Penjemputan tamu mancanegara (Tiongkok dan Korea) serta domestik di Bandara Haluoleo dengan prosesi adat.
  • ​7 Mei: Rapat Komite UCLG ASPAC dan pembukaan Expo UMKM/Investasi yang menampilkan potensi sumber daya alam daerah.
  • ​8 Mei: Rapat Eksekutif dan Gala Dinner berbasis pemberdayaan UMKM di Anjungan Teluk Kendari.
  • 9 Mei: Upacara HUT Kota Kendari di Balai Kota dan Festival Budaya di Pantai Nambo.

​”Kami berharap dukungan penuh dari Pemprov Sultra serta mitra strategis seperti Bank Sultra dan Bank Indonesia untuk mempromosikan potensi unggulan kita, khususnya aspal dan nikel, kepada para investor internasional yang hadir,” harap Sudirman.

Baca juga:

Jelang UCLG ASPAC, Pemkot Kendari Tata Kawasan Pesisir Papalimba

​Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Sultra, Ridwan Badalla, mengusulkan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kendari.

Langkah ini, menurut Ridwan Badalla bertujuan untuk menjadikan Kendari sebagai hub utama menuju destinasi Wakatobi, Labengki, dan Muna.

​”Dengan penguatan sektor pariwisata, kita mendorong maskapai membuka rute langsung tanpa transit dan meningkatkan status Bandara Haluoleo menjadi bandara internasional,” jelas Ridwan Badalla

Sementara itu, ​Kadis Perhubungan Sultra, Muh. Rajulan, menyatakan optimismenya terhadap kesiapan infrastruktur dan kepemimpinan Pemkot Kendari dalam mengawal event berskala Asia Pasifik ini.

Menurutnya, koordinasi lintas instansi akan terus diperketat guna memastikan kelancaran arus transportasi para delegasi.

​Pertemuan ini menyepakati penguatan ekosistem pariwisata berkelanjutan dan integrasi antar-destinasi sebagai dampak jangka panjang dari kesuksesan UCLG ASPAC 2026 bagi ekonomi masyarakat Sultra.

PUBLISHER: FAJRIN