Satu Tahun Siska–Sudirman, Wajah Baru Kendari Lewat Transformasi Layanan dan Infrastruktur

Home, Kendari57 Dilihat
Satu Tahun Siska–Sudirman: Wajah Baru Kendari Lewat Transformasi Layanan dan Infrastruktur
Satu Tahun Siska–Sudirman: Wajah Baru Kendari Lewat Transformasi Layanan dan Infrastruktur

KENDARI, KOLAKAsatu.com – Tepat pada Jumat (20/2/2026), pasangan Siska Karina Imran dan Sudirman genap satu tahun menakhodai Kota Kendari untuk periode 2025–2030.

Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara setahun silam, duet kepemimpinan ini bergerak cepat membawa perubahan signifikan bagi Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara.

Fokus utama mereka jelas, profesionalisme pelayanan publik, pembangunan berkelanjutan, dan penguatan daya saing kota.

Langkah awal Siska-Sudirman dimulai dengan gebrakan melalui Program 100 Hari Kerja.

Dalam pidato perdananya di depan DPRD Kota Kendari pada Maret 2025, Wali Kota Siska menegaskan bahwa masalah mendasar warga tidak bisa ditunda.

Pembenahan besar-besaran di titik rawan banjir. Manajemen Sampah: Penataan sistem pengangkutan dan pengelolaan lintas OPD.

Penyelarasan Pusat-Daerah: Memperkuat koordinasi birokrasi melalui pembekalan internal guna memastikan visi Kendari sejalan dengan agenda nasional.

Isu lingkungan menjadi raport hijau bagi Pemkot Kendari dalam setahun terakhir.

Fokus pengerjaan infrastruktur difokuskan pada kawasan kritis seperti Kambu, Wuawua, Anduonohu, dan kawasan eks MTQ.

Tidak hanya sekadar membangun fisik, pemerintah juga menyentuh aspek kesadaran masyarakat melalui Ekspansi Bank Sampah dengan mendorong pemilahan sampah dari rumah tangga untuk nilai ekonomis.

Gerakan Jumat Bersih dengan mengembalikan budaya gotong royong demi mewujudkan Kendari sebagai kota layak huni (livable city).

Kesehatan dan Ketahanan Pangan dengan Perang Melawan Stunting.

Di sektor kesejahteraan sosial, Siska-Sudirman menunjukkan keberpihakan pada masyarakat kelas bawah.

Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dilakukan secara berkala untuk menjaga stabilitas pangan warga.

Namun, yang menjadi perhatian utama adalah percepatan penurunan stunting. Melalui pendekatan terpadu, Pemkot melakukan, Intervensi gizi spesifik dan pemberian makanan tambahan.

Penguatan peran Posyandu di seluruh kelurahan. Pendataan akurat balita berisiko untuk target penurunan signifikan pada tahun 2027.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terlihat dari gedung-gedung yang berdiri, tapi dari kualitas hidup warga yang meningkat dan layanan yang semakin dekat,” ujar Wali Kota Siska dalam satu kesempatan.

Satu tahun pertama ini menjadi fondasi kuat bagi Siska-Sudirman untuk membawa Kendari bersaing sebagai kota modern di Indonesia Timur.

PENERBIT: FAJRIN