Ikhtiar Mahasiswa Hukum Unsultra Menjaga Nyawa di Tikungan Jalan

HUKUM, Kendari, Sultra87 Dilihat
Ikhtiar Mahasiswa Hukum Unsultra Menjaga Nyawa di Tikungan Jalan
Ikhtiar Mahasiswa Hukum Unsultra Menjaga Nyawa di Tikungan Jalan

KENDARI, KOLAKAsatu.com – Pagi di Kelurahan Wuawua, Kendari, Jumat (16/1/2026), dimulai dengan kesibukan yang tak biasa.

Di bawah hangatnya matahari pukul 08.00 Wita, jalanan yang biasanya hanya menjadi saksi bisu lalu lalang kendaraan, kini menjadi panggung bagi sebuah misi kemanusiaan.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) Fakultas Hukum Kelompok 3 hadir di sana.

Mereka tidak sekadar datang untuk menggugurkan kewajiban akademik minggu kedua, melainkan membawa “mata” baru bagi jalanan: cermin tikungan (safety mirror).

Melawan Bahaya yang Tak Terlihat

Jalanan seringkali menyimpan bahaya dalam diam, terutama di blind spot atau titik buta, sudut-sudut jalan di mana pandangan mata manusia terbatas oleh tembok, pepohonan, atau tikungan tajam.

Di titik-titik inilah kecelakaan kerap mengintai, menunggu kelengahan sepersekian detik.

Menyadari ancaman sunyi tersebut, Ketua Kelompok 3, Herlin, memimpin 21 rekannya turun langsung ke lapangan.

Dengan seragam almamater yang menyala, mereka menyisir sudut-sudut rawan di Kelurahan Wuawua.

“Pemasangan ini bukan sekadar menancapkan tiang dan kaca. Ini adalah upaya konkret kami untuk meminjamkan ‘penglihatan’ bagi pengendara, agar apa yang tersembunyi di balik tikungan bisa terantisipasi sebelum terlambat,” ujar narasi kegiatan tersebut.

Gerakan ini tidak berjalan sendiri. Di balik eksekusi lapangan, terdapat struktur tim yang solid. Andre Jonathan selaku Sekretaris, I Kadek Okta Dwipayana sebagai Bendahara, dan Gusti Made Satria Dharma yang mengawal lini media sosial, bahu-membahu memastikan program ini terealisasi dengan presisi.

Langkah para calon sarjana hukum ini pun berada di bawah panduan tangan dingin Dr. Winner A. Siregar. Sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus Wakil Dekan Fakultas Hukum Unsultra, Dr. Winner memastikan bahwa pengabdian ini memiliki nilai guna yang nyata bagi ketertiban dan keselamatan umum.

Pemasangan safety mirror ini membawa lima filosofi keselamatan yang ingin ditanamkan mahasiswa Unsultra di tanah Wuawua yaitu,

Memperluas Cakrawala: Memberikan jangkauan pandang lebih luas untuk menekan risiko kecelakaan.

Menyingkap Tirai Buta: Mengatasi keterbatasan visual pengemudi di area blind spot.

Membangun Kewaspadaan: Mendorong pengguna jalan agar lebih siap menghadapi kemunculan kendaraan mendadak.

Meredam Insiden: Mencegah tabrakan berkat visibilitas yang jernih.

Kelancaran Arus: Menciptakan efisiensi lalu lintas dengan rasa aman yang meningkat.

Kini, di persimpangan sempit dan tikungan tajam Kelurahan Wuawua, cermin-cermin cembung itu telah berdiri tegak.

Ia akan menjadi penjaga bisu yang setia, memantulkan bayangan kendaraan yang datang, dan diharapkan mampu memberikan rasa aman serta nyaman bagi setiap warga yang melintas, jauh setelah para mahasiswa ini menuntaskan masa pengabdiannya.

PENULIS: FAJRIN