
KOLAKAsatu.com, SULTRA – Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) selama lebih dari sepekan memicu peningkatan risiko bencana hidrometeorologi, terutama banjir, tanah longsor, dan banjir bandang. BMKG mencatat curah hujan di sejumlah daerah telah melampaui batas normal, mencapai lebih dari 100 milimeter per hari.
Fenomena ini dipicu oleh kombinasi empat faktor klimatologi berskala regional, yakni aktivitas Monsun Asia, daerah konvergensi atau pertemuan angin di sekitar Sulawesi, fase aktif MJO (Madden–Julian Oscillation), serta suhu permukaan laut yang hangat di perairan Sulawesi. Kondisi tersebut meningkatkan pembentukan awan hujan secara luas dan persisten di wilayah Sultra.
BMKG dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi cuaca resmi.
Beberapa wilayah pesisir, dataran rendah, dan daerah aliran sungai dilaporkan mengalami genangan hingga banjir. Tanah yang jenuh air juga membuat limpasan permukaan meningkat, memperparah potensi banjir.
Selain ancaman bencana, hujan berkepanjangan turut mengganggu aktivitas transportasi, sekolah, dan pekerjaan harian warga.
Pemerintah daerah melalui BPBD menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi ekstrem dengan langkah-langkah berikut:
- Memantau peringatan dini dari BMKG dan pemerintah daerah.
- Menyiapkan tas siaga berisi kebutuhan pokok dan dokumen penting.
- Mengutamakan keselamatan diri dan keluarga saat banjir.
- Menghindari arus deras serta segera menuju tempat yang lebih tinggi.
Nomor darurat yang dapat dihubungi antara lain 112, BPBD 117 Ext. 7112/7114, Basarnas 115, dan BMKG Info Cuaca 196.
Kewaspadaan dini dapat mengurangi risiko dan dampak bencana. Alert level up, safety first!.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menjaga lingkungan sekitar, dan saling membantu sesama dalam menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlanjut beberapa hari ke depan.
Penulis: Yusrif
