
KOLAKA, KOLAKASATU.COM – Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Muhammad Saenuddin, mengawali agenda reses Masa Sidang ke-III Tahun Sidang 2025–2026 di Desa lalonggolosua, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka. Politisi Partai Golkar daerah pemilihan (Dapil) V Sultra yang meliputi Kolaka, Kolaka Utara, dan Kolaka Timur tersebut memanfaatkan momen ini untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi konstituen secara langsung, Minggu (4/10/2026).
Dalam dialog tatap muka yang dihadiri tokoh masyarakat dan warga setempat, Andi Muhammad Saenuddin menegaskan bahwa agenda reses merupakan wujud tanggung jawab moral legislator kepada masyarakat.
“Reses ini sebenarnya bahasa lain dari bersilaturahmi atau bertemu kembali antara anggota DPR dengan masyarakat,” ujar Andi Muhammad Saenuddin di lokasi acara.
Ia juga menjelaskan keterkaitan tugas pokok Komisi IV DPRD Sultra dengan kebutuhan riil masyarakat di daerah, khususnya di bidang ketenagakerjaan dan pendidikan menengah.
“Di komisi kita itu membidangi ketenagakerjaan, K3 di Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan, kemudian bidang pendidikan yang menangani seluruh SMA dan SMK se-Provinsi Sulawesi Tenggara,” jelasnya.
Pertemuan ini dimanfaatkan warga sekitar untuk menyampaikan aspirasi terkait penyerapan tenaga kerja lokal dan pengembangan kualitas fasilitas sekolah di wilayah Tanggetada dan Pomalaa.
Herman (42), salah seorang warga Desa lalonggolosua, menyampaikan harapannya secara langsung.
“Kami berharap DPRD Sultra bisa memperjuangkan agar pemuda lokal diberi prioritas lapangan kerja di perusahaan sekitar sini, serta fasilitas sekolah SMK disesuaikan dengan kebutuhan industri,” kata Herman.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, terdapat sejumlah usulan prioritas yang disuarakan oleh warga, mencakup sektor pertanian, perikanan pesisir, pelayanan kesehatan, pendidikan anak usia dini, hingga kebutuhan hunian layak.
Sebagian besar warga Desa Lalonggolosua menggantungkan penghidupannya pada sektor pertanian dan kelautan.
Saat ini, Desa Lalonggolosua memiliki potensi lahan sawah seluas 139 hektare, yang terdiri dari 132 hektare sawah aktif dan 7 hektare sawah tergenang/tidur.
Guna meningkatkan produktivitas serta efisiensi kerja petani, warga mengharapkan adanya bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) pendukung, antara lain, Pompa Air untuk pengairan lahan dan Mesin Pemanen Padi.
Selain alsintan, masyarakat juga mengusulkan perbaikan infrastruktur irigasi sekunder agar pasokan air ke petak sawah lebih terjamin, serta bantuan alat pertukangan untuk menunjang kegiatan pertukangan warga desa.
Sebagai wilayah dengan potensi pesisir dan kelautan, kelompok nelayan dan pembudidaya di Desa Lalonggolosua turut menyampaikan aspirasi, meliputi, Bantuan alat tangkap ikan bagi kelompok nelayan tangkap.
Pemberdayaan dan bantuan sarana bagi kelompok budidaya tambak guna meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
Di bidang pelayanan dasar, warga menyoroti dua isu utama yaitu, Perlu adanya peningkatan prasarana dan sarana fasilitas kesehatan di tingkat desa agar warga mendapatkan akses berobat yang lebih baik dan cepat.
Saat ini hanya ada 1 TK Negeri di tingkat kecamatan. Warga mendorong pemerintah daerah untuk menambah jumlah TK Negeri di wilayah tersebut.
Mempermudah persyaratan alih status dari TK swasta menjadi TK Negeri.
Memberikan bantuan untuk menekan biaya pendidikan anak usia dini.
Untuk mendukung kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, usulan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi perhatian penting agar warga memiliki keterampilan yang berdaya saing.
Di samping itu, dalam sektor pemukiman, tercatat usulan program Bedah Rumah sebanyak 15 unit rumah tidak layak huni yang diharapkan dapat terealisasi pada tahun anggaran 2026.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Andi Muhammad Saenuddin berkomitmen untuk membawa seluruh aspirasi warga dalam pembahasan program kerja bersama pemerintah provinsi.
PUBLISHER: FAJRIN
