Pencarian Kakek 80 Tahun yang Hilang di Kebun Busowa Resmi Dihentikan

Kendari70 Dilihat
Pencarian Kakek 80 Tahun yang Hilang di Kebun Busowa Resmi Dihentikan

Buton Selatan, KOLAKAsatu.com – Operasi SAR terhadap La Wule (80), warga Sampolawa yang dilaporkan hilang di perkebunan Desa Busowa, Kabupaten Buton Selatan, resmi dinyatakan ditutup pada Sabtu (04/04/2026) siang.

Memasuki hari ketujuh pencarian, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., mengonfirmasi bahwa keputusan penghentian operasi ini diambil setelah dilakukan koordinasi intensif antara Tim SAR Gabungan, pihak pemerintah setempat, dan keluarga korban.

“Hingga pukul 14.00 WITA, hasil pencarian masih nihil. Mengingat operasi telah memasuki hari ketujuh dan tidak adanya tanda-tanda posisi korban, maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” ujar Amiruddin dalam keterangan resminya.

Peristiwa bermula pada Selasa, 24 Maret 2026, sekitar pukul 10.30 WITA. Korban berangkat menuju kebun dengan maksud membawakan ikan untuk keponakannya. Namun, korban tidak pernah sampai di lokasi tujuan.

Pihak keluarga bersama masyarakat setempat sempat melakukan pencarian mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke otoritas terkait.

Dalam upaya pencarian selama sepekan terakhir, Tim SAR Gabungan telah mengerahkan berbagai alutsista dan personel, di antaranya, staf Ops KPP Kendari, Pos SAR Baubau, BPBD Busel, serta dibantu masyarakat dan keluarga korban.

Sementara alat bantu yang digunakan dalam operasi pencarian tersebut adalah rescue car, motor trail, peralatan medis, evakuasi, dan komunikasi.

“Selain itu tim juga menggunakan Drone Thermal untuk memantau suhu panas tubuh dari udara di area perkebunan yang cukup luas,” kata Amiruddin.

Meskipun cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan (berdasarkan data BMKG), medan yang menantang membuat pencarian tidak membuahkan hasil maksimal hingga batas waktu tanggap darurat berakhir.

Meski secara resmi ditutup dan seluruh unsur dikembalikan ke kesatuannya masing-masing, Amiruddin menegaskan bahwa pihak SAR tetap membuka kemungkinan untuk melanjutkan pencarian.

“Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda baru mengenai keberadaan korban,” pungkasnya.

PUBLISHER: FAJRIN