Wakil Gubernur Sultra Hadiri Silatnas DPP GUPPI & Ummusshabri International Expo–Congress 2026

Kendari11 Dilihat
Wakil Gubernur Sultra Hadiri Silatnas DPP GUPPI & Ummusshabri International Expo–Congress 2026
Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua

KENDARI, KOLAKASATU.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, menghadiri kegiatan Silaturahmi Nasional (Silatnas) DPP GUPPI yang dirangkaikan dengan Ummusshabri International Expo & International Congress 2026 dengan tema United The World By Giving Insight Through Education in Digital Era. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Plaza Inn Kendari, Sabtu (10/01/2025).

Kegiatan berskala nasional dan internasional ini turut dihadiri oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Ketua Umum DPP GUPPI Prof. dr. Faisal Jalal, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, para kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, para rektor perguruan tinggi di Kendari, serta delegasi internasional dari Turki, Filipina, Malaysia, Tiongkok, dan Australia.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pendidikan yang telah dilakukan oleh Ummusshabri.

Ia bahkan menyampaikan bahwa apabila seluruh sekolah di Indonesia memiliki kualitas seperti Ummusshabri, maka tugas Menteri Pendidikan akan jauh lebih ringan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini masih terdapat tiga persoalan besar dalam dunia pendidikan Indonesia yang harus segera diselesaikan. Persoalan pertama adalah akses dan mutu pendidikan.

Meskipun konstitusi melalui Pasal 31 UUD 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang bermutu, kenyataannya masih terdapat anak-anak Indonesia yang belajar di satuan pendidikan dengan fasilitas dan kualitas yang sangat terbatas, bahkan sebagian belum mendapatkan hak pendidikannya karena faktor ekonomi, geografis, kondisi fisik, maupun keamanan.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan mengusung visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” sebagai wujud pelaksanaan amanat konstitusi sekaligus komitmen menjalankan Asta Cita Presiden, khususnya Asta Cita keempat. Menteri Abdul Mu’ti berharap DPP GUPPI terus berkontribusi aktif dalam membantu menyelesaikan persoalan mendasar tersebut.

Persoalan kedua yang menjadi sorotan adalah krisis karakter generasi muda.

Menteri menyoroti fenomena generasi “strawberry” yang secara fisik tampak kuat dan sehat, namun memiliki ketahanan mental dan spiritual yang lemah.

Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental, termasuk tingginya angka bunuh diri di kalangan Generasi Z.

Ia juga menyinggung dampak negatif teknologi digital, seperti kecanduan gawai, sleep call, perundungan digital, hingga kekerasan yang bermula dari tantangan di media sosial.

Bahkan, menurutnya, sebagian platform digital dan gim daring telah menjadi medium masuknya konten kekerasan, terorisme, serta penyimpangan perilaku seksual. Oleh karena itu, pemerintah saat ini tengah mengkaji secara serius perlunya evaluasi terhadap penggunaan platform digital tertentu.

Meski demikian, Menteri menegaskan bahwa pemerintah tidak anti teknologi.

Penguasaan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan coding merupakan keharusan jika Indonesia ingin maju.

Namun, penguasaan tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab moral dan keadaban digital (digital civility) agar teknologi benar-benar membawa kemaslahatan.

Dalam konteks kurikulum, Kementerian Pendidikan telah memasukkan mata pelajaran pilihan coding dan AI, sejalan dengan hasil survei World Economic Forum yang menempatkan analytical thinking, AI, dan coding sebagai keterampilan paling dibutuhkan di masa depan, selain critical thinking, creativity, communication, dan collaboration.

Namun, Menteri menekankan bahwa pembelajaran teknologi harus disertai penguatan karakter, tanggung jawab, dan etika.

Menteri Abdul Mu’ti juga mengulas konsep deep learning yang tidak hanya menekankan kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking), tetapi juga deep reading dan deep thinking.

Ia menjelaskan perbedaan antara tafakkur (berpikir dengan akal) dan tadabbur (perenungan dengan hati), seraya menegaskan bahwa pendidikan sejatinya bekerja melalui hati yang gembira dan terbuka.

Menurutnya, lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan membahagiakan menjadi kunci agar peserta didik benar-benar dapat menyerap ilmu.

Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan akan meluncurkan kebijakan pembudayaan sekolah yang aman dan nyaman, agar sekolah menjadi “rumah kedua” bagi peserta didik, tempat mereka belajar dengan sukacita dan tujuan hidup yang jelas.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Ir. Hugua menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menteri Pendidikan RI di Sulawesi Tenggara.

Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai sebuah kehormatan dan bentuk kepercayaan pemerintah pusat kepada daerah.

Wagub Hugua menilai tema deep learning sangat relevan dan menarik, terutama jika dikaitkan dengan pendekatan pendidikan yang lebih holistik.

Ia mengaitkan konsep deep learning dengan Teori U yang dikembangkan oleh Otto Scharmer dan Peter Senge dari MIT, yang menekankan koneksi mendalam antara manusia dengan dirinya sendiri, sesama, Tuhan, dan alam semesta.

Menurutnya, esensi pendidikan masa depan adalah membantu peserta didik memahami jati dirinya, memberi makna bagi orang lain, serta berkontribusi terhadap ekosistem dan lingkungan.

Jika sistem pendidikan Indonesia mampu bergerak ke arah tersebut, maka pendidikan tidak hanya mencetak individu cerdas, tetapi juga manusia yang berkarakter, berempati, dan bertanggung jawab.

Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pendidikan RI, Ketua Umum DPP GUPPI, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Silatnas dan International Congress ini.

Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan gagasan-gagasan strategis untuk mendorong kemajuan pendidikan Indonesia, khususnya di era digital.

REDAKSI