Menteri Agama Soroti Tantangan Teologi dan Nasionalisme

Buton16 Dilihat
Menteri Agama Soroti Tantangan Teologi dan Nasionalisme
Menteri Agama Soroti Tantangan Teologi dan Nasionalisme

BAUBAU, KOLAKASATU.COM – Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA secara resmi membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 yang digelar di Nirwana Buton Villa, Kota Baubau, pada 7–9 Januari 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan Kanwil Kemenag Sultra, Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, pimpinan satuan kerja, serta pemangku kepentingan terkait, sebagai forum strategis untuk menyinergikan program dan kebijakan Kementerian Agama di daerah.

Dalam sambutan dan pemaparannya, Menteri Agama menegaskan, mempersiapkan umat masa depan bukanlah pekerjaan mudah, terutama di tengah berbagai tantangan global yang memicu shock atau guncangan pada aspek teologi, politik, dan budaya.

Menurutnya, perubahan yang terjadi sangat cepat dan menuntut kesiapan umat untuk bersikap dewasa, moderat, dan bertanggung jawab.

Menteri Agama juga menyampaikan bahwa Indonesia berkembang relatif lebih cepat dibandingkan banyak negara lain di kawasan Asia Tenggara, dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi, bahkan hampir menyerupai masyarakat liberal dari sisi ekspresi dan perbedaan pandangan.

Kondisi tersebut merupakan kekayaan bangsa, namun sekaligus membutuhkan pengelolaan yang arif agar tidak menimbulkan konflik sosial dan keagamaan.

Lebih lanjut, Menteri Agama mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan umat Islam agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.

Ia mencontohkan berbagai konflik di sejumlah negara Islam yang berawal dari provokasi, perbedaan pandangan, dan lemahnya rasa kebangsaan, yang pada akhirnya berujung pada kekacauan dan runtuhnya kebersamaan.

“Oleh karena itu, penguatan nasionalisme menjadi keharusan. Kekuatan Indonesia terletak pada umat Islam sebagai mayoritas yang mampu menjadi penjaga persatuan, penyangga stabilitas, dan teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Menteri Agama.

Sementara itu Kanwil Kemenag Sultra H. Mansur, menambahkan. ” Rakerwil II Kanwil Kemenag Sultra dilaksanakan sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama RI, delapan program prioritas yang meliputi.

Penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, ekoteologi, layanan keagamaan berdampak, pendidikan unggul dan terintegrasi, pemberdayaan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, pemberdayaan rumah ibadah, serta digitalisasi tata kelola.

Melalui Rakerwil ini, Kementerian Agama Sulawesi Tenggara berkomitmen memperkuat peran strategisnya dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, membangun kehidupan keagamaan yang damai, serta menumbuhkan cinta terhadap perbedaan sebagai fondasi harmoni sosial dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.pungkasnya.

REDAKSI