
BAUBAU, KOLAKASATU.COM – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., melaksanakan kunjungan kerja di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Kamis–Jumat, 8–9 Januari 2026.
Kunjungan kerja tersebut didampingi langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dan diisi dengan sejumlah agenda strategis yang mencakup bidang keagamaan, kebudayaan, serta penguatan kelembagaan Kementerian Agama di daerah.
Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Baubau, Khairiyati Rahmah, S.H.I., M.H.I., menjelaskan bahwa Menteri Agama dijadwalkan tiba di Kota Baubau pada Kamis pagi (8/1) dan disambut oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Wali Kota Baubau, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sultra, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Penyambutan ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan resmi Menteri Agama selama berada di Kota Baubau,” ujar Khairiyati Rahmah.
Dalam agenda kebudayaan, Menteri Agama menghadiri pengukuhan Gelar Kebangsawanan Buton yang diberikan oleh Sultan Buton, serta mengikuti prosesi adat Kande-kandea di Baruga Keraton Buton.
Kehadiran Menteri Agama bersama Gubernur Sulawesi Tenggara dalam prosesi adat tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga dan menghormati nilai-nilai budaya serta kearifan lokal sebagai bagian dari kekayaan bangsa.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Al-Ikhlas Pasarwajo, peresmian program Ekoteologi Laut di kawasan Pantai Lakeba, serta Gala Dinner bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.
Pada malam harinya, Menteri Agama secara resmi membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026, sekaligus meluncurkan Program Kota Wakaf.
Selanjutnya, pada Jumat dini hari (9/1), Menteri Agama melaksanakan Salat Subuh berjamaah dan menyampaikan Kuliah Subuh di Masjid Jamiatus Sholihin Baubau. Kunjungan kerja di Kota Baubau kemudian ditutup dengan peresmian Gedung Kantor Kementerian Agama Kota Baubau.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antara Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Pemerintah Kota Baubau, khususnya dalam mengoptimalkan peran agama sebagai pilar pembangunan sosial, budaya, dan lingkungan, pungkasnya.
REDAKSI



